Jumat, 03 Januari 2014

Bangunkan subuhku, Bunda !!



“BANGUN KAN SUBUHKU, BUNDA…. !!!”
Langit masih bewarna kelam,gelap,hitam tanpa mentari diatasnya. Udara yang mengusikku pun masih terasa dingin. Aku bersembunyi dibalik selimut tebalku bermotif volcadot seakan tak mau pisah darinya. Tetapi ayam-ayam ini yaa.. ayam-ayam peliharaan ayah yang daritadi asyik bersahutan tampak tak senang.
          “uh… mengganggu…!!!” Runtukku dalam hati.
Adzan subuh pun kini ikut membangunkan ku dari pembaringan. Berat sekali rasanya badan ini. Aku pun tak ambil pusing dengan hal itu, makin kueratkan selimutku hingga menutupi kepalaku.
          “Tia, ayoo bangun……” Terdengar suara bunda membangunkanku.
          “ngantuk banget lo bun”
          “Bangun Tia, uda subuh ini. Ntar kesiangan sayang” bujuk bunda, kali ini dengan mengguncang tubuhku. Aku masih terdiam tak menghiraukan bujukan bunda.
          “Bangun Tiaa…. “ kali ini bunda menjawil telingaku. Mau tak mau Aku pun bangkit dari ranjangku mengucek-ngucek mataku dan kali ini menguap dengan lebar.
          “Huaaaaaaaaaa….. kenapa dibanguni sih bun? Tia masih ngantuk ini.”
          “Sholat subuh sayang, ntar kesiangan.”
          “Bunda ganggu orang tidur deh..!! Kenapa sih harus ada sholat subuh? Bunda aja kenapa yang sholat..!!”.
          “Tia, sholat subuh itu wajib!! Uda ah jangan tidur mulu. Sholat itu lebih baik dari tidur sayang” jelas bunda. Aku tak begitu memperdulikan kata-kata bunda. Aku pun menggerutu gak karuan mengutuk subuh kali ini seraya berjalan menuju kamar mandi. Ya.. mau gak mau aku pun terpaksa bangun dan mengerjakan sholat subuh.
                                                ******
Sore ini Ayah dan Bunda akan pergi kerumah nenek untuk tiga hari kedepan. Berhubung aku harus sekolah, akupun tak diperkenankan untuk ikut. Mau gak mau aku harus dirumah bersama tante Lies, adik bunda.
“Tia, Bunda sama ayah pergi dulu, Selama bunda pergi kamu jangan lupa belajarnya,sholat jangan tinggal terus satu lagi kalau subuh harus bangun, sholat!”
          “hmmm… iya bunda. Bunda hati-hati yaaa….!!” Aku pun menyalam bunda dan memeluk bunda sangat erat. Pelukan bunda begitu hangat buatku, tapi pelukan kali ini terasa sangat nyaman dan rasanya aku tak ingin lepas dari peluk bunda.
          “Bunda Pulang tepat dihari ulang tahun kamu. Bunda punya kado spesial buat kamu nanti. “ Kata bunda seraya tersenyum dan mengusap kepalaku dengan halus.
                                                          *****
          “Bunda Pergi, berarti gak akan ada yang menjawil telingaku kalau subuh tiba” kataku dalam hati. Dan setelah itu aku pun tertidur dengan pulas.
          “KRIIINNNGGG… kriiiingggg…. Kringgggg……”
Tepat dipukul 04.15 Hape ku berdering dengan lantangnya membuat tidurku kali ini terganggu, aku tak ambil pusing soal itu kubiarkan hape itu terus berdering hingga mati. Tapi akkkkhhhh…. Dasar!! Siapa sih jam segini sibuk menelpon ke hape ku. Hape itu berdering lagi dan mau tak mau aku bangkit dan melihat layar handphone dan tertera disana “Bunda”. Owh… My God, Bunda masih mengusik tidurku. Yaa.. aku pun terpaksa mengangkat telpon dari bunda.
          “Tiaa, Uda bangun?? Bunda tau kamu pasti belum sholat subuh. Sholat gih..!”
          “iya bun”
          “ingat jangan tidur lagi, harus sholat”
          “Bunda rewel deh…!!!” kataku ketus
          “udah.. sholat gih!! Assalamualaikum” bunda pun mematikan sambungan telpon.
Aku bangkit dan bergegas sholat subuh. Ntah mengapa aku sangat susah untuk sholat subuh dibanding sholat sholat yang lainnya.
                                                ******
          24.03 . Tepat Dimana Hari UlangtahunKu. Bunda belum pulang, tapi bunda janji akan pulang hari ini dengan membawa kado spesial buatku. Aku tak sabar menunggu kehadiran bunda.
J
          Saat menunggu, Tiba-tiba Hp ku berdering. Aku pun mengangkatnya dengan pasti. Seseorang disebrang sana berbicara kepadaku, tapi, Alangkah terkejutnya aku dan aku tak percaya dengan semua ini. Dia mengatakan bundaku kecelakaan dan meninggal. Aku terduduk tak percaya, mata ku mngeluarkan linangan airmata. “gak mungkin bunda meninggal!!! Bunda janji akan pulang dihari ulangtahunku..!! GAK MUNGKIN..!!”
          Pemakaman Bunda pun kulalui dengan hati yang goyah, dengan ayah disampingku aku merasakan kehilangan yang amat sangat dihari ulangtahunku. Ayah pun menguatkan aku. Selesai pemakaman bunda ayah memberikan bungkusan bewarna pink berpita ungu kepadaku. “dari bunda”. Begitu kata ayah.
aku membuka nya dan melihat sebuah mukenah bermotif bunga dengan corak yang sangat indah didalamnya. Disana juga aku menemukan secarik kertas yang bertuliskan
 “Selamat ulangtahun putri bunda, panjang umur sehat selalu. Bunda yakin begitu kamu buka ini kamu akan menyadari pentingnya bunda dihidup kamu, harapan bunda moga tia tambah rajin sholatnya dan gak malas lagi kalo dibanguni sholat subuh. Amin. Bunda sayang tia :* “
          Airmata ku mengalir tak tertahan . Bunda begitu berarti dihidupku.  Aku menyesal slama ini udah marah-marah kalau bunda membangunkan ku untuk sholat subuh. Sekarang?? Bunda uda gak ada. Tiada lagi malaikat yang membangunkan subuh ku. Tiada lagi yang menjawil telingaku kalau tiba waktu subuh, tiada lagi suara lembut yang mengajarkanku untuk terus bersimpuh pada ilahi. Bunda benar sholat itu penting!! Betapa bedosa nya aku slama ini uda marah marah kebunda kalo bunda membangunkan ku untuk sholat.
Ya rabb, Terima bunda disisimu, ampuni sgala dosa bunda.
“Bunda Tia janji , akan mengerjakan sholat 5 waktu dan gak akan susah untuk bangun subuh.! Tia sayang bunda :’) .” Aku pun mencium nisan bunda dan bertekad dalam hati untuk menjadi anak yang terbaik buat bunda.


*cerpen pertama yang ikut lomba..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar