3 Bulan
setelah kepergianMu..
Aku masih intens
menatap layar monitor Laptopku, tak kedip. Hanya mataku bergerak dengan cepat
memperhatikan setiap aktivitasmu yang selalu kupantau melalui Social Media. Aku
pikir Social Media ini sangat berguna untuk melacak, mengetahui setiap
aktivitasmu dan seluk beluk kehidupan dan gaya hidupmu , karaktermu bahkan
masalalu mu. Asalkan kau seorang yang aktif di social media, Mudah sekali
mengetahui siapa KAMU !. Aku sering memperhatikanmu bahkan setelah 3 bulan saat
kepergianmu.. saat awal hingga sekarang tak pernah lepas dunia maya mu menjadi
dunia nyata bagiku. Entah mengapa …. Aku slalu penasaran dengan aktivitasmu.
“tha, Jangan
Online mulu napa !!” Gerutu Yersa mengangetkanku.
kupalingkan kepalaku mengarah ke Yersa lalu melanjutkan onlineku..
kupalingkan kepalaku mengarah ke Yersa lalu melanjutkan onlineku..
“Tha, please…!!!”
teriak Yersa kali ini menutup laptopku. Membuatku berang .
“ Apasih sa???”
“lu emang tuh
ya..!! kalo uda Online sampai gk ngargai aku cerita!! Jahat banget sih !”
gerutu si mungil berpipi tembem ini.
“ aku dengar kok
!”
“aaaa… apasih yg
kamu pantengin dilaptop itu?? , Fadli ??”
Katakata Yerrsa membuatku terdiam dan mengiyakan katakata
years tadi.
“Bingung aku!!
Kenapasih kamu selalu aja ngeStalk’in dia? Buat apa? Berharap dia nyapa kamu
dengan kata kata manisnya? Berharap dia mention kamu ? Dm atau apa?? Aaa… “
“kok kamu yg
sewot sih sa?? Itu hak aku donk mau ngapai?? Apa urusan nya sama kamu? “ ucapku
berang..
“Memang gk ada
urusan sama aku! Tapi aku gk suka tingkah kamu sekarang seperti orang bodoh
yang menunggu sesuatu yang gk mungkin!! Kenapasih masih berharap hal hal yg
kemungkinan tipis..!! hey .. kamu seperti orang yg gk punya cerita dimasa depan
yang masih berharap dengan masa lalu yg tak memikirkanmu !!”
“Brraaaaaaakkkkkk”
aku mengebrak meja hingga yerrsa terkejut . tetapi mata hitam simungil ini
masih kuat memperhatikan gerakku. Sepertinya nyali si mungil ini tak ciut..!!
“Kamu gak tau!
Kamu gak ngerti!!” teriakku hampir histeris.
“Kamu yg gak
pernah berpikir jernih!!” bentak Yerrsa meninggalkanku.
Aku pun terduduk lemah. Ini kali kedua aku bertengkar mulut
dengan Yerrsa hanya karna hal ini. Iya kamuuu.. Kamu penyebab nya… hanya karna
kamu yg tak memikirkanku aku sampai beradu argumen dengan sahabatku.. aaa…
Mereka tak mengerti
aku, mereka tak mengerti rasaku.. apa salah hanya aku seorang yang belum bisa
bergerak kelain hati? Apasalah aku masih sangat mengangumi dia? Apa salah aku
berharap dia kembali?? Apa salah???!! Apa salah aku menginginkan hal hal yang
dulu pernah indah .. !! aaaa.. mereka tak mengerti.!
Aku berjalan
dilorong kelas menuju ruang perpustakaan. Banyak tugas yang harus aku kerjakan
. saat aku berjalan tiba tiba rizki menyapaku.
“Thalita….
Thalita…” panggil si Cowok berambut klimis ini.
Aku hanya menatapnya , menunggu dia berbicara lagi..
“Mau kemana?”
tanya nya sedikit salah tingkah.
“Bukan urusan
elo” jawabku cuek seraya melanjutkan langkah kakiku.
“Tunggu tha.. Aku
boleh ikut?” tanya nya lagi membuatku semakin berang..
Aku memperhatikan cowok
yang menatapku dengan tatapan apa itu. Yang pastinya aku tak suka. “Terserah”
ucapku pendek, melajukan langkahku lebih cepat mengarah keperpustakaan.
Sesampainya
diperpustakaan aku menuju rak yang berisi komik. Kupandangi setiap judul
dikomik komik yang tertata rapi . aku menatap kosong , otak ku brproses
mengingat sebagian memori yang pernah terjadi memori saat aku dan kamu .iya
fadli. Kutatap dalam dalam komik “detectif Conan” kesukaanMu.. “fadli, aku
kangen” ucapku dalam hati.
“loh? Kamu suka
komik tha?” ucap rizki membuyarkan lamunan ku. Ah sial cowok ini menghancurkan
puing puing perasaan ku yang hampir utuh mengingat semua tentang Fadli.
“Berisik kamu..!!” ucapku dengan wajah sinis.
“Maaf, aku ganggu
kamu ya.” Ujarnya.
Aaa.. Rasanya aku ingin teriak memaki diwajah lelaki ini .
udah tau . kenapa harus nanyak si? Kenapa tidak pergi saja..
Rasanya aku ingin sendiri , berlari ketempat sepi, membangun
setiap puing yang perna berserak menjadi utuh bersama fadli. Yaa lagi lagi
fadli. Fadli bukan Rizky.. tapii.. aaaaaa Lelaki berambut klimis ini mengusikku
lagi dan lagi. Pagi ini aku terjatuh saat pelajaran olahraga. Lututku berdarah.
dan lagi, Rizky mengusap lembut luka ku dan dengan sigap memberikannya
antiseptic . aahhh…. Mengapa bukan Fadli yang mengusap lukaku memberikan
antiseptic itu mengapa harus Rizki? . aku benci!! Aku ingin fadli yang
melakukan hal itu. Dan Rizki pun membantuku untuk berdiri dengan sigap aku
mendorongnya, mengisyaratkan aku tidak ingin dibantu.
“aku bantu
berdiri tha..” katanya lembut..
“gak! Gak usah.
Aku bisa sendiri…!!
“tapi kaki kamu….
“Aku bisa
sendiri. Jangan maksa deh !! “ ujarku sewot, akupun mencoba berdiri tapii
aaahhhh aku terjatuh lagi, dengan sigap Rizki langsung memapahku menuju kelasss…
Lagi lagi kenapa sih anak ini bersikap sok manis begiiiini….!!
“Aku lihat kamu
tadi dipapah rizki, kenapa tha?” tanya yerrsa.
“Resek tuh anak .
aku jatuh sok jadi pahlawan gitu mapah aku segala, kesel deh bener..!!”
gerutuku dengan nada sewot.
“Loh, dibantu’i
kok malah kesel??”
“aku gak suka sa,
dia bersikap begitu. Buat apa perhati’i aku segitunya..”
“karna rizki
sayang elo “
“ahhh… aku
enggak..!! aku gak suka dia gitu sma aku . berharap lebih , buat apa?” cetasku
dengan nada pedas..
“gilak lo ya tha.
Kurang apa rizki cobak? , bingung aku kenapa si kamu gk beri dia kesempatan.
Atau sekedar menyisihkan ruang buat dia dihati lo”
“aaahhh… Yerrsa
apaansih lo, hati aku uda penuh full…!!”
“sama Fadli??
Cowo yang pergi ninggalin elo tanpa kejelasan disaat lo lagi sayang”nya?? ahh…
“ ketus Yerrsa dengan nada sentimen.
“Cukup ya sa,
jangan berkata gitu”
“tapi itu
kenyataan nya. lo nutup pintu hati lo hanya karna cowok gk jelas. Dan lo
berharap dia kembali dan saat ini aja lo sama dia gak ada kontak sama sekalii..
mustahil “
Mataku panas , bulir airmataku pun jatuh perlahan . katakata
Yerrsa seperti menamparku didalm kesepian. Aku bingung. Antara hati dan logika
aku tak bisa memakainya secara sejalan. Logika berkata setuju dengan pernyataan
yerrsa, sementara hati kecilku mengatakan fadli pasti kembali, fadli hanya
pergi sebentar.. aaaa.. semua membuatku kacau..! dan disaat begini tiba-tiba
kurasakan sebuah tangan menghapus air mataku dengan tissu. “Jangan menangis!!”
katanya perlahan..
Hatiku bergetar kulihat tangan halus yang menghapus bulir
kesedihanku. “Rizki” ucapku getir. Dia hnya tersenyum . mendadak perasaanku
berubah, amarahku meluap dengan sendirinya saat fadli melintas dikepalaku.
“Apa sih lo! Sok
baik bangat ngelap airmataku. Lo pikir dengan begitu lo bisa ganti’i posisi
adli?? Enggak ki! 1 hal yang lo harus tau. Fadli itu abadi dihati gue..!! “
teriakku dengan gahar…
Rizki diam
menatapku dalam kurasakan ada luka jauh didalam matanya..
“Aku Cuma gak
suka liat kamu sedih, aku gak bisa liat kamu nangis, terluka dan ngerasa sakit.
Jujur tha, aku sakit ngeliat kamu terpuruk gitu. Aku kangen kamu yang ceria,
kamu yang bahagia kamu yang selalu tertawa dengan lepasnya. Aku tau. Aku gak
akan bisa jadi Fadli karna aku Rizki. Aku gak tau sesempurna apa Fadli dimata
kamu, dan gimana nya aku gak bakal bisa menandingi fadli. Aku Cuma gak pengen
kamu sedih . udah itu aja” . ujar Rizki dengan nanar,
“bagusdeh kalo
kau tau, jadi gak usah perhati”i aku lagi. Fadli gk bakal terganti..” cetusku
dengan nada gak peduli.
“kalo itu mau
kamu….” Kata rizk pelan mennggalkanku .
“Jahat kamu
tha..! jahat..! kapan si kamu bisa menghargai ketulusan seseorang?” bentak
yerrsa, meninggalkanku…
Aku terdiam , merenungi perkataan ku terhadap rizki tadi. Aku
bingung, aku gakk bermaksud menyakiti semua orang. Tapi aku hanya ingin mereka
tau, hanya fadli yang aku sayang.
Malam ini kutatap monitor laptopku dan kupantengin aktivitas
fadli disana. Alangkah terkejutnya aku, ternyata fadli sudah berpacaran dengan
sesorang, gadis yang dekat dengannya. Hatiku hancur, ricuh dan rasanya sakit
sekali. Aku menangs sejadi jadinya. Aku merasa penantianku sia sia. Fadli
dengan mudahnya melupakan aku.
Kekacauanku tak
dapat kututupi , airmataku jatuh tanpa tau tempat. Aku seperti orang kehilangan
arah hidup. Dan disaat sepertii ini aku tiba tiba kangen tangan halus yang
menhapus airmataku secara perlahan. Tangan itu tak datang, sosok itu tak
mengapus bulir kesedihanku bahakan aku tak mendengar bisikan lembutnya yang
mengisyaratkan “jangan menangis..!” . aahh… Kenapa dengan aku??
Tiba tiba aku kangen sosok Rizki.
Kupandangi lapangan bola ada rizki disana asyik bercanda
dengan teman temannya, tak menghampiri aku . tak mengikuti ku keperpustakaan
dan tak duduk membawakan bayolannya yang kurespon dengan tatapan sinis.
Aku menangis, tak tau mengapa alasan aku menangis. Tapi yang
ku tau air mata ini untuk rizki. Untuk Rizki !! sosok yang tak pernah kuhargai
hadirnya, sosok yang tk kuanggap ada, sosok yang sering kusakiti dengan
perlakuan dan kata kataku. Aaahh aku
menyesal. Yerrsa benar kenapa tak kubuka pintu hatiku untuk rizki? Mengapa aku
mempertahankan fadli yang meninggalkan tanpa alasan dan berharap da kembali..
ahh.. mengapa aku begitu bodoh? Menyia-nyiakan ,kebahagiaanku dmi menunggu sosok
yg tak akan pernah hadir.
Setelah 3 bulan kepergiannmu ..
Aku mash memikirknmu, mengkhawatirkanmu dan merindukanmu..
Dan selama 3 bulan itu pula aku tau kau tak memikirkanku, tak
mempedulikan aku bahkan sudah melupakanku….
3 bulan terasa konyol saat harus menggantikan kebahagiaanku
demi berharap sosok yang tak mempedulikanku kembali.
Aku menyia nyiakan orang yang menyayangiku. Aku melupakan
nasihat nasihat sahabat terbaikku, aaahh… untuk 3 bulan setelah kepergianu..
Aku harap Rasa ini habis untukmu dan rasa yang baru dtang
untuk sosok yang lebih menghargaiku dengan ketulusa a.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar