Jumat, 03 Januari 2014

3 bulan setelah kepergianmu



3 Bulan setelah kepergianMu..

        Aku masih intens menatap layar monitor Laptopku, tak kedip. Hanya mataku bergerak dengan cepat memperhatikan setiap aktivitasmu yang selalu kupantau melalui Social Media. Aku pikir Social Media ini sangat berguna untuk melacak, mengetahui setiap aktivitasmu dan seluk beluk kehidupan dan gaya hidupmu , karaktermu bahkan masalalu mu. Asalkan kau seorang yang aktif di social media, Mudah sekali mengetahui siapa KAMU !. Aku sering memperhatikanmu bahkan setelah 3 bulan saat kepergianmu.. saat awal hingga sekarang tak pernah lepas dunia maya mu menjadi dunia nyata bagiku. Entah mengapa …. Aku slalu penasaran dengan aktivitasmu.
        “tha, Jangan Online mulu napa !!” Gerutu Yersa mengangetkanku.
kupalingkan kepalaku mengarah ke Yersa lalu melanjutkan onlineku..
        “Tha, please…!!!” teriak Yersa kali ini menutup laptopku. Membuatku berang .
        “ Apasih sa???”
        “lu emang tuh ya..!! kalo uda Online sampai gk ngargai aku cerita!! Jahat banget sih !” gerutu si mungil berpipi tembem ini.
        “ aku dengar kok !”
        “aaaa… apasih yg kamu pantengin dilaptop itu?? , Fadli ??”
Katakata Yerrsa membuatku terdiam dan mengiyakan katakata years tadi.
        “Bingung aku!! Kenapasih kamu selalu aja ngeStalk’in dia? Buat apa? Berharap dia nyapa kamu dengan kata kata manisnya? Berharap dia mention kamu ? Dm atau apa?? Aaa… “
        “kok kamu yg sewot sih sa?? Itu hak aku donk mau ngapai?? Apa urusan nya sama kamu? “ ucapku berang..
        “Memang gk ada urusan sama aku! Tapi aku gk suka tingkah kamu sekarang seperti orang bodoh yang menunggu sesuatu yang gk mungkin!! Kenapasih masih berharap hal hal yg kemungkinan tipis..!! hey .. kamu seperti orang yg gk punya cerita dimasa depan yang masih berharap dengan masa lalu yg tak memikirkanmu !!”
        “Brraaaaaaakkkkkk” aku mengebrak meja hingga yerrsa terkejut . tetapi mata hitam simungil ini masih kuat memperhatikan gerakku. Sepertinya nyali si mungil ini tak ciut..!!
        “Kamu gak tau! Kamu gak ngerti!!” teriakku hampir histeris.
        “Kamu yg gak pernah berpikir jernih!!” bentak Yerrsa meninggalkanku.
Aku pun terduduk lemah. Ini kali kedua aku bertengkar mulut dengan Yerrsa hanya karna hal ini. Iya kamuuu.. Kamu penyebab nya… hanya karna kamu yg tak memikirkanku aku sampai beradu argumen dengan sahabatku.. aaa…

Mereka  tak mengerti aku, mereka tak mengerti rasaku.. apa salah hanya aku seorang yang belum bisa bergerak kelain hati? Apasalah aku masih sangat mengangumi dia? Apa salah aku berharap dia kembali?? Apa salah???!! Apa salah aku menginginkan hal hal yang dulu pernah indah .. !! aaaa.. mereka tak mengerti.!

        Aku berjalan dilorong kelas menuju ruang perpustakaan. Banyak tugas yang harus aku kerjakan . saat aku berjalan tiba tiba rizki menyapaku.
        “Thalita…. Thalita…” panggil si Cowok berambut klimis ini.
Aku hanya menatapnya , menunggu dia berbicara lagi..
        “Mau kemana?” tanya nya sedikit salah tingkah.
        “Bukan urusan elo” jawabku cuek seraya melanjutkan langkah kakiku.
        “Tunggu tha.. Aku boleh ikut?” tanya nya lagi membuatku semakin berang..
 Aku memperhatikan cowok yang menatapku dengan tatapan apa itu. Yang pastinya aku tak suka. “Terserah” ucapku pendek, melajukan langkahku lebih cepat mengarah keperpustakaan.

 Sesampainya diperpustakaan aku menuju rak yang berisi komik. Kupandangi setiap judul dikomik komik yang tertata rapi . aku menatap kosong , otak ku brproses mengingat sebagian memori yang pernah terjadi memori saat aku dan kamu .iya fadli. Kutatap dalam dalam komik “detectif Conan” kesukaanMu.. “fadli, aku kangen” ucapku dalam hati.
        “loh? Kamu suka komik tha?” ucap rizki membuyarkan lamunan ku. Ah sial cowok ini menghancurkan puing puing perasaan ku yang hampir utuh mengingat semua tentang Fadli.
         “Berisik kamu..!!” ucapku dengan wajah sinis.
        “Maaf, aku ganggu kamu ya.” Ujarnya.
Aaa.. Rasanya aku ingin teriak memaki diwajah lelaki ini . udah tau . kenapa harus nanyak si? Kenapa tidak pergi saja..
Rasanya aku ingin sendiri , berlari ketempat sepi, membangun setiap puing yang perna berserak menjadi utuh bersama fadli. Yaa lagi lagi fadli. Fadli bukan Rizky.. tapii.. aaaaaa Lelaki berambut klimis ini mengusikku lagi dan lagi. Pagi ini aku terjatuh saat pelajaran olahraga. Lututku berdarah. dan lagi, Rizky mengusap lembut luka ku dan dengan sigap memberikannya antiseptic . aahhh…. Mengapa bukan Fadli yang mengusap lukaku memberikan antiseptic itu mengapa harus Rizki? . aku benci!! Aku ingin fadli yang melakukan hal itu. Dan Rizki pun membantuku untuk berdiri dengan sigap aku mendorongnya, mengisyaratkan aku tidak ingin dibantu.
        “aku bantu berdiri tha..” katanya lembut..
        “gak! Gak usah. Aku bisa sendiri…!!
        “tapi kaki kamu….
        “Aku bisa sendiri. Jangan maksa deh !! “ ujarku sewot, akupun mencoba berdiri tapii aaahhhh aku terjatuh lagi, dengan sigap Rizki langsung memapahku menuju kelasss…
Lagi lagi kenapa sih anak ini bersikap sok manis begiiiini….!!
        “Aku lihat kamu tadi dipapah rizki, kenapa tha?” tanya yerrsa.
        “Resek tuh anak . aku jatuh sok jadi pahlawan gitu mapah aku segala, kesel deh bener..!!” gerutuku dengan nada sewot.
        “Loh, dibantu’i kok malah kesel??”
        “aku gak suka sa, dia bersikap begitu. Buat apa perhati’i aku segitunya..”
        “karna rizki sayang elo “
        “ahhh… aku enggak..!! aku gak suka dia gitu sma aku . berharap lebih , buat apa?” cetasku dengan nada pedas..
        “gilak lo ya tha. Kurang apa rizki cobak? , bingung aku kenapa si kamu gk beri dia kesempatan. Atau sekedar menyisihkan ruang buat dia dihati lo”
        “aaahhh… Yerrsa apaansih lo, hati aku uda penuh full…!!”
        “sama Fadli?? Cowo yang pergi ninggalin elo tanpa kejelasan disaat lo lagi sayang”nya?? ahh… “ ketus Yerrsa dengan nada sentimen.
        “Cukup ya sa, jangan berkata gitu”
        “tapi itu kenyataan nya. lo nutup pintu hati lo hanya karna cowok gk jelas. Dan lo berharap dia kembali dan saat ini aja lo sama dia gak ada kontak sama sekalii.. mustahil “
Mataku panas , bulir airmataku pun jatuh perlahan . katakata Yerrsa seperti menamparku didalm kesepian. Aku bingung. Antara hati dan logika aku tak bisa memakainya secara sejalan. Logika berkata setuju dengan pernyataan yerrsa, sementara hati kecilku mengatakan fadli pasti kembali, fadli hanya pergi sebentar.. aaaa.. semua membuatku kacau..! dan disaat begini tiba-tiba kurasakan sebuah tangan menghapus air mataku dengan tissu. “Jangan menangis!!” katanya perlahan..
Hatiku bergetar kulihat tangan halus yang menghapus bulir kesedihanku. “Rizki” ucapku getir. Dia hnya tersenyum . mendadak perasaanku berubah, amarahku meluap dengan sendirinya saat fadli melintas dikepalaku.
        “Apa sih lo! Sok baik bangat ngelap airmataku. Lo pikir dengan begitu lo bisa ganti’i posisi adli?? Enggak ki! 1 hal yang lo harus tau. Fadli itu abadi dihati gue..!! “ teriakku dengan gahar…
        Rizki diam menatapku dalam kurasakan ada luka jauh didalam matanya..
        “Aku Cuma gak suka liat kamu sedih, aku gak bisa liat kamu nangis, terluka dan ngerasa sakit. Jujur tha, aku sakit ngeliat kamu terpuruk gitu. Aku kangen kamu yang ceria, kamu yang bahagia kamu yang selalu tertawa dengan lepasnya. Aku tau. Aku gak akan bisa jadi Fadli karna aku Rizki. Aku gak tau sesempurna apa Fadli dimata kamu, dan gimana nya aku gak bakal bisa menandingi fadli. Aku Cuma gak pengen kamu sedih . udah itu aja” . ujar Rizki dengan nanar,
        “bagusdeh kalo kau tau, jadi gak usah perhati”i aku lagi. Fadli gk bakal terganti..” cetusku dengan nada gak peduli.
        “kalo itu mau kamu….” Kata rizk pelan mennggalkanku .
        “Jahat kamu tha..! jahat..! kapan si kamu bisa menghargai ketulusan seseorang?” bentak yerrsa, meninggalkanku…
Aku terdiam , merenungi perkataan ku terhadap rizki tadi. Aku bingung, aku gakk bermaksud menyakiti semua orang. Tapi aku hanya ingin mereka tau, hanya fadli yang aku sayang.
Malam ini kutatap monitor laptopku dan kupantengin aktivitas fadli disana. Alangkah terkejutnya aku, ternyata fadli sudah berpacaran dengan sesorang, gadis yang dekat dengannya. Hatiku hancur, ricuh dan rasanya sakit sekali. Aku menangs sejadi jadinya. Aku merasa penantianku sia sia. Fadli dengan mudahnya melupakan aku.
        Kekacauanku tak dapat kututupi , airmataku jatuh tanpa tau tempat. Aku seperti orang kehilangan arah hidup. Dan disaat sepertii ini aku tiba tiba kangen tangan halus yang menhapus airmataku secara perlahan. Tangan itu tak datang, sosok itu tak mengapus bulir kesedihanku bahakan aku tak mendengar bisikan lembutnya yang mengisyaratkan “jangan menangis..!” . aahh… Kenapa dengan aku??
Tiba tiba aku kangen sosok Rizki.
Kupandangi lapangan bola ada rizki disana asyik bercanda dengan teman temannya, tak menghampiri aku . tak mengikuti ku keperpustakaan dan tak duduk membawakan bayolannya yang kurespon dengan tatapan sinis.
Aku menangis, tak tau mengapa alasan aku menangis. Tapi yang ku tau air mata ini untuk rizki. Untuk Rizki !! sosok yang tak pernah kuhargai hadirnya, sosok yang tk kuanggap ada, sosok yang sering kusakiti dengan perlakuan dan kata kataku. Aaahh  aku menyesal. Yerrsa benar kenapa tak kubuka pintu hatiku untuk rizki? Mengapa aku mempertahankan fadli yang meninggalkan tanpa alasan dan berharap da kembali.. ahh.. mengapa aku begitu bodoh? Menyia-nyiakan ,kebahagiaanku dmi menunggu sosok yg tak akan pernah hadir.
Setelah 3 bulan kepergiannmu ..
Aku mash memikirknmu, mengkhawatirkanmu dan merindukanmu..
Dan selama 3 bulan itu pula aku tau kau tak memikirkanku, tak mempedulikan aku bahkan sudah melupakanku….
3 bulan terasa konyol saat harus menggantikan kebahagiaanku demi berharap sosok yang tak mempedulikanku kembali.
Aku menyia nyiakan orang yang menyayangiku. Aku melupakan nasihat nasihat sahabat terbaikku, aaahh… untuk 3 bulan setelah kepergianu..
Aku harap Rasa ini habis untukmu dan rasa yang baru dtang untuk sosok yang lebih menghargaiku dengan ketulusa a.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar