Aku masih memandangnya, Diam, menunduk dalam dengan tatapan mata yang kosong, sebentar dia menghentak pelan jarinya dimeja lalu menggelengkan kepalanya seperti memikirkan sesuatu yang berat tapi entahlah entah apa yang dipikirkannya. Aku tak pernah tau, dan takkan pernah tau. Lalu kalian pasti berpikir, kenapa tak kau tanyakan saja padanya?. Ah iya. mengapa tak ku tanyakan saja padanya, Entahlah. aku tak mempunyai keberanian untuk bertanya mengapa? kenapa? kepadanya. Aku terlalu pengecut untuk sekedar bertanya, apa salahnya? apa susahnya? Ya, Mungkin bagi kalian begitu mudah dan amat sangat mudah. namun tidak bagiku. aku lebih suka mengamatinya secara diam-diam, mereka-reka apa yang dirasakannya dan terus memperhatikan gerak geriknya dengan berjuta persepsi dibenakku. Tiba-tiba lamunanku dibuyarkan oleh seorang wanita yang mendekatinya, yang mendeteksi sesuatu hal sedang terjadi kepadanya.
wanita itu menyapa "Ada apa? jangan melamun aja" , Dia hanya tersenyum dan kini fokus perhatiannya beralih kewanita itu. Aku terus memperhatikan dia, yang mulai tersenyum dan bercanda dengan wanita itu.
Tiba-tiba ada sesuatu yang menusuk perlahan, semakin lama semakin menusuk. dan membuatku risih dengan perasaan ini. Entahlah hatiku berontak melihat mereka yang sedang bergurau sambil sesekali melempar lelucon.
Kau tau apa yang ingin ku katakan? Aku cemburu. Ya, aku cemburu melihat mereka berlaku seperti itu didepanku Aku cemburu dengan wanita yang ada disampingnya yang bisa dengan mudah bertanya kenapa? mengapa? sedangkan aku? hanya biisa terdiam mengamatii dia yang sedng memikirkan banyak hal. kenapa? kenapa aku tak punya sedikit keberanian bertanya kenapa padanya? mengapa aku tak mempunyai cukup nyali untuk menyapa nya? berbicara padanya? menghampiriinya? mengapa? entahlah Kekakuanku membuatku terlihat tak mempunyai kepedulian apapun. tapi, taukah kamu? Aku yang selalu memperhatikanmu dalam diam, aku yang selalu mereka-reka dipikiranku kenapa? mengapa? apa yang terjadi padamu? tanpa pernah berani bertanya dan memperhatikanmu secara terang-teranganan dihadapanmu. Aku terlalu penakut, sayang. Aku tak punya keahlian dan kebiasaan seperti itu. Gadis cuek ini hanya bisa memaparkan ketidakpedulian dan kata-kata yang tak seperti wanita lain yang berhadapan padamu. bibirku hanya dapat berucap tentang bayolan ataupun joke joke murahan yang terdengar kasar diiteliingamu. entahlah entah kapan kata-kata yang tak seharusnya kuucapkan didepan sosok sepertimu, menjadi topik utama yang malahan menjadi bahan ceritaan denganmu. entahlah kau menganggapnya seperti apa..
Kekakuanku. Entah kapan kekakuan ini hilang, entah kenapa kekakuan ini sirna bila berhadapan denganmu. Kau menatapku, berbicara beberapa hal kepadaku. ketahuilah aku sangat antusias terhadap ceritamu bahkan bayolanmu. disaat aku asyik mendengarkanmu. wanita itu datang, merusak obrolan kita. menghampirimu seakan menarik perhatian mu sehingga dia menjadi pusat perhatian. Yaa... Aku hanya bisa diam menyaksikan kalian dengan muak, dengan sesekali menarik bibir membentuk sebuah senyuman yang sebenarnya hanya formalitas tanpa keikhlasan didalamnya. Sudahlah mungkin kau lebh suka berbicara padanya, bergurau dengannya. Yaa... lagi lagi aku hanya bisa menarik diri tanpa bisa berbuat banyak...
Entahlah, sampai saat ini aku sangat susah mengekspresikan apa yang kurasa. entah karena tak terbiasa ataupun tak enak dengan yang lain. entahlah.. Perasaan ini hanya bisa menggantung tanpa tau arahnya. Berbuat apa yang tak ingin ku perbuat dan ntah menjadi apa dihadapanmu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar